Latihan Soal Jumlah dan Tarkib
Uji pemahaman Anda tentang jumlah dan tarkib lewat 12 soal terverifikasi, tiap soal disertai penjelasan yang jelas dan dalil yang sahih.
12 soal terverifikasi
Kalimat yang diawali dengan isim (kata benda) disebut?
Bank Soal Jumlah dan Tarkib dan Pembahasan
Tinjau seluruh soal beserta jawaban benar, penjelasan, dan dalilnya. Semua materi ditinjau ketepatannya sebagai rujukan belajar.
-
1Kalimat yang diawali dengan isim (kata benda) disebut?
- Jumlah ismiyah Benar
- Jumlah fi'liyah
- Jumlah syartiyah
- Jumlah haliyah
Penjelasan: Jumlah ismiyah adalah kalimat yang diawali dengan isim, seperti "الْبَيْتُ كَبِيرٌ". Bila kalimat diawali dengan fi'il (kata kerja), namanya jumlah fi'liyah.
-
2Dalam kalimat "الطَّالِبُ مُجْتَهِدٌ" (siswa itu rajin), kata "الطَّالِبُ" berkedudukan sebagai?
- Khabar
- Fa'il
- Mubtada Benar
- Maf'ul
Penjelasan: "الطَّالِبُ" adalah isim yang menjadi pembuka kalimat dan menjadi pokok pembicaraan, sehingga berkedudukan sebagai mubtada. Adapun "مُجْتَهِدٌ" adalah khabar yang menerangkannya.
-
3Harakat asal (hukum i'rab) pada mubtada dan khabar adalah?
- Nashab (fathah)
- Jar (kasrah)
- Jazm (sukun)
- Rafa' (dhammah) Benar
Penjelasan: Mubtada dan khabar keduanya berstatus marfu' (rafa'), yang tanda asalnya adalah dhammah pada isim mufrad. Contoh: "الْعِلْمُ نُورٌ", kata "الْعِلْمُ" dan "نُورٌ" sama-sama berakhiran dhammah.
-
4Manakah contoh jumlah fi'liyah?
- كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ Benar
- الْوَلَدُ كَاتِبٌ
- الْكِتَابُ جَدِيدٌ
- السَّمَاءُ صَافِيَةٌ
Penjelasan: "كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ" diawali dengan fi'il madhi "كَتَبَ", sehingga termasuk jumlah fi'liyah. Tiga pilihan lainnya diawali dengan isim sehingga termasuk jumlah ismiyah.
-
5Dalam kalimat "الْمُسْلِمُونَ صَادِقُونَ", mengapa tanda rafa' pada khabar "صَادِقُونَ" berupa huruf wawu?
- Karena ia isim mufrad
- Karena ia jamak muannats salim
- Karena ia jamak mudzakkar salim Benar
- Karena ia isim tatsniyah
Penjelasan: "صَادِقُونَ" adalah jamak mudzakkar salim. Tanda rafa' pada jamak mudzakkar salim adalah wawu (menggantikan dhammah), karena khabar wajib sesuai mubtada "الْمُسْلِمُونَ" yang juga jamak mudzakkar.
-
6Dalam kalimat "فِي الْبَيْتِ رَجُلٌ" (di rumah itu ada seorang lelaki), apa kedudukan i'rab dari "فِي الْبَيْتِ"?
- Khabar muqaddam (didahulukan) Benar
- Mubtada
- Fa'il
- Maf'ul bih
Penjelasan: "فِي الْبَيْتِ" adalah jar-majrur yang menempati posisi khabar dan didahulukan (khabar muqaddam), sedangkan "رَجُلٌ" adalah mubtada yang diakhirkan (mubtada muakhkhar). Mubtada di sini nakirah maka khabar wajib didahulukan.
-
7Manakah kalimat yang khabarnya berupa jumlah fi'liyah?
- الْعِلْمُ نَافِعٌ
- الطَّالِبُ يَدْرُسُ الْعَرَبِيَّةَ Benar
- الْكِتَابُ عَلَى الطَّاوِلَةِ
- زَيْدٌ فِي الْمَسْجِدِ
Penjelasan: Pada "الطَّالِبُ يَدْرُسُ الْعَرَبِيَّةَ", mubtada-nya "الطَّالِبُ" dan khabarnya berupa jumlah fi'liyah "يَدْرُسُ الْعَرَبِيَّةَ" (fi'il plus fa'il yang tersimpan). Pilihan lain berkhabar mufrad atau jar-majrur.
-
8Khabar harus sesuai dengan mubtada dalam dua hal pokok, yaitu?
- Bilangan dan jenis (mufrad/tatsniyah/jamak dan mudzakkar/muannats) Benar
- Waktu dan tempat
- Huruf jar dan harakatnya
- Wazan dan akar katanya
Penjelasan: Khabar mufrad wajib menyesuaikan mubtada dalam bilangan (mufrad, tatsniyah, jamak) dan jenis (mudzakkar/muannats). Contoh: "الْبِنْتَانِ مُجْتَهِدَتَانِ", khabar mengikuti mubtada yang muannats tatsniyah.
-
9Dalam ayat "الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ", apa kedudukan i'rab kata "الْحَمْدُ"?
- Fa'il marfu'
- Mubtada marfu' Benar
- Khabar marfu'
- Maf'ul bih manshub
Penjelasan: "الْحَمْدُ" adalah mubtada yang marfu' dengan dhammah, sedangkan "لِلَّهِ" (jar-majrur) menempati posisi khabar. Susunan ini adalah jumlah ismiyah karena diawali isim.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Sumber: QS Al-Fatihah: 2 -
10Pada kalimat "الطَّالِبُ كِتَابُهُ جَدِيدٌ", apa kedudukan "كِتَابُهُ جَدِيدٌ" terhadap mubtada pertama "الطَّالِبُ"?
- Khabar berupa jumlah ismiyah Benar
- Khabar berupa jumlah fi'liyah
- Khabar berupa jar-majrur
- Khabar mufrad
Penjelasan: "الطَّالِبُ" adalah mubtada pertama. "كِتَابُهُ" mubtada kedua dan "جَدِيدٌ" khabarnya, sehingga "كِتَابُهُ جَدِيدٌ" adalah jumlah ismiyah yang menjadi khabar dari mubtada pertama. Pada jumlah itu ada dhamir "ـهُ" yang merujuk ke mubtada pertama (rabith).
-
11Manakah kalimat yang WAJIB mendahulukan khabar atas mubtada?
- مُحَمَّدٌ رَسُولٌ
- عِنْدَكَ كِتَابٌ Benar
- الْعِلْمُ نُورٌ
- الْجَنَّةُ حَقٌّ
Penjelasan: Pada "عِنْدَكَ كِتَابٌ", khabar berupa zharaf "عِنْدَكَ" wajib didahulukan karena mubtada "كِتَابٌ" nakirah dan tidak ada mukhashshish. Mendahulukan mubtada nakirah tanpa pemberi makna khusus menjadikan kalimat tidak benar.
-
12Dalam kalimat "الْمُؤْمِنُونَ يُصَلُّونَ", kalimat tersebut tergolong jumlah apa, dan apa kedudukan "يُصَلُّونَ"?
- Jumlah fi'liyah; "يُصَلُّونَ" sebagai fi'il dan fa'il
- Jumlah ismiyah; "يُصَلُّونَ" sebagai khabar berupa jumlah fi'liyah Benar
- Jumlah ismiyah; "يُصَلُّونَ" sebagai khabar mufrad
- Jumlah fi'liyah; "الْمُؤْمِنُونَ" sebagai maf'ul
Penjelasan: Kalimat diawali isim "الْمُؤْمِنُونَ" maka tergolong jumlah ismiyah. "يُصَلُّونَ" adalah fi'il mudhari' beserta fa'il (wawu jamaah) yang membentuk jumlah fi'liyah, dan jumlah fi'liyah itu menempati posisi khabar dari mubtada "الْمُؤْمِنُونَ".
Kuasai topik ini bersama pengajar
Konsultasi gratis tanpa syarat. Pengajar dicarikan sesuai kebutuhan Anda.