Latihan Soal Keutamaan Membaca Al-Quran
Uji pemahaman Anda tentang keutamaan membaca al-quran lewat 12 soal terverifikasi, tiap soal disertai penjelasan yang jelas dan dalil yang sahih.
12 soal terverifikasi
Menurut hadits yang masyhur, berapa pahala kebaikan yang didapat untuk setiap satu huruf yang dibaca dari Al-Quran?
Bank Soal Keutamaan Membaca Al-Quran dan Pembahasan
Tinjau seluruh soal beserta jawaban benar, penjelasan, dan dalilnya. Semua materi ditinjau ketepatannya sebagai rujukan belajar.
-
1Menurut hadits yang masyhur, berapa pahala kebaikan yang didapat untuk setiap satu huruf yang dibaca dari Al-Quran?
- Satu kebaikan untuk setiap huruf
- Sepuluh kebaikan untuk setiap huruf Benar
- Seratus kebaikan untuk setiap huruf
- Lima kebaikan untuk setiap huruf
Penjelasan: Setiap huruf yang dibaca dari Al-Quran bernilai satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Rasulullah menegaskan bahwa alif, lam, mim dihitung sebagai tiga huruf tersendiri yang masing-masing berbalas kebaikan, sehingga pahalanya berlipat banyak.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali.
Sumber: HR Tirmidzi no. 2910 -
2Dalam hadits sahih, orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama golongan siapa di akhirat?
- Bersama para syuhada
- Bersama para malaikat utusan yang mulia Benar
- Bersama para nabi
- Bersama para ulama
Penjelasan: Rasulullah menyatakan bahwa orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat utusan yang mulia. Adapun orang yang membaca dengan tersendat dan merasa berat, ia mendapat dua pahala karena usahanya.
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ
Orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat utusan yang mulia lagi berbakti.
Sumber: HR Muslim no. 798 -
3Berdasarkan hadits sahih, orang yang membaca Al-Quran dengan tersendat dan terbata karena masih sulit baginya, akan mendapat berapa pahala?
- Setengah pahala
- Satu pahala
- Dua pahala Benar
- Tidak mendapat pahala karena bacaannya belum lancar
Penjelasan: Orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan merasa berat karena masih belajar mendapat dua pahala, yaitu pahala membaca dan pahala atas kesungguhan serta jerih payahnya. Ini menyemangati pemula untuk terus belajar.
وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Dan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata serta merasa berat atasnya, ia mendapat dua pahala.
Sumber: HR Muslim no. 798 -
4Dalam hadits sahih, Al-Quran akan datang pada hari kiamat untuk memberi apa bagi orang yang membacanya?
- Memberi syafaat bagi pembacanya Benar
- Memberi harta bagi pembacanya
- Memberi kekuasaan bagi pembacanya
- Memberi umur panjang bagi pembacanya
Penjelasan: Rasulullah memerintahkan agar membaca Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rutin membacanya. Inilah salah satu keutamaan terbesar membaca Al-Quran.
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.
Sumber: HR Muslim no. 804 -
5Menurut hadits sahih, rumah yang di dalamnya disebut nama Allah (dzikir dan tilawah) diumpamakan seperti apa dibanding rumah yang di dalamnya tidak disebut nama Allah?
- Seperti rumah yang kosong
- Seperti rumah yang penuh perabot
- Seperti orang hidup dibanding orang mati Benar
- Seperti istana dibanding gubuk
Penjelasan: Rasulullah mengumpamakan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah seperti orang yang hidup, sedangkan rumah yang di dalamnya tidak disebut nama Allah seperti orang yang mati. Berdzikir dan membaca Al-Quran di rumah menghidupkan dan menerangi rumah tersebut.
مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dengan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti orang yang hidup dan orang yang mati.
Sumber: HR Bukhari no. 6407 dan Muslim no. 779 -
6Dalam hadits sahih, siapakah yang disebut sebagai sebaik-baik kalian (khairukum)?
- Orang yang paling banyak hartanya
- Orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya Benar
- Orang yang paling kuat ibadahnya di malam hari
- Orang yang paling banyak bersedekah
Penjelasan: Rasulullah menyatakan bahwa sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya kepada orang lain. Keutamaan ini menggabungkan dua kebaikan, yaitu menuntut ilmu Al-Quran dan menyebarkannya.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.
Sumber: HR Bukhari no. 5027 -
7Dalam hadits sahih riwayat Abu Musa al-Asy'ari, seorang mukmin yang membaca Al-Quran diumpamakan seperti buah apa karena rasanya enak dan baunya harum?
- Seperti kurma
- Seperti buah utrujah (sejenis jeruk besar) Benar
- Seperti buah tin
- Seperti anggur
Penjelasan: Rasulullah mengumpamakan mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah, yaitu sejenis jeruk besar yang harum baunya dan enak rasanya. Perumpamaan ini menggambarkan keindahan zahir dan batin orang yang membaca Al-Quran.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ
Perumpamaan mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak.
Sumber: HR Bukhari no. 5020 dan Muslim no. 797 -
8Menurut hadits sahih, dengan Kitab ini (Al-Quran) Allah melakukan apa terhadap manusia?
- Mengangkat derajat sebagian kaum dan merendahkan sebagian yang lain Benar
- Menjadikan semua pembacanya kaya harta
- Memanjangkan umur setiap pembacanya
- Menjamin keturunan yang banyak
Penjelasan: Rasulullah menegaskan bahwa dengan Al-Quran Allah mengangkat derajat sebagian kaum yang mengamalkannya dan merendahkan sebagian kaum lain yang berpaling darinya. Kemuliaan diraih melalui Al-Quran ketika ia dipelajari, dibaca, dan diamalkan.
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian kaum dengan Kitab ini, dan merendahkan sebagian kaum yang lain dengannya.
Sumber: HR Muslim no. 817 -
9Dalam Al-Quran sendiri, membaca Kitab Allah, menegakkan shalat, dan berinfak disebut sebagai perniagaan yang bagaimana?
- Perniagaan yang menguntungkan sementara
- Perniagaan yang tidak akan merugi Benar
- Perniagaan yang penuh risiko
- Perniagaan yang biasa saja
Penjelasan: Allah menyifati orang yang membaca Kitab-Nya, menegakkan shalat, dan berinfak sebagai pelaku perniagaan yang tidak akan merugi. Ayat ini menegaskan bahwa membaca Al-Quran adalah amalan yang pasti membuahkan pahala.
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan secara sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.
Sumber: QS Fatir: 29 -
10Apa makna inti dari keutamaan membaca Al-Quran berdasarkan dalil-dalil sahih?
- Membaca Al-Quran hanya bernilai jika sudah hafal
- Setiap huruf yang dibaca berbuah pahala dan menjadi syafaat di akhirat Benar
- Membaca Al-Quran hanya dianjurkan di bulan Ramadhan
- Pahala membaca Al-Quran sama dengan membaca buku biasa
Penjelasan: Inti keutamaan membaca Al-Quran adalah setiap huruf berbuah kebaikan yang dilipatgandakan, dan Al-Quran menjadi pemberi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat. Keutamaan ini berlaku kapan saja, tidak terbatas Ramadhan saja.
-
11Dalam hadits sahih riwayat Abu Musa al-Asy'ari, mukmin yang TIDAK membaca Al-Quran diumpamakan seperti buah apa yang tidak berbau namun rasanya manis?
- Seperti buah tamrah (kurma) Benar
- Seperti buah utrujah
- Seperti buah raihanah
- Seperti buah hanzhalah
Penjelasan: Rasulullah mengumpamakan mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah kurma (tamrah), yaitu tidak berbau harum namun rasanya manis. Perbandingannya dengan mukmin pembaca Al-Quran (utrujah yang harum dan manis) menunjukkan keutamaan tambahan dari membaca Al-Quran.
وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ
Dan perumpamaan mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah kurma, tidak ada baunya namun rasanya manis.
Sumber: HR Bukhari no. 5020 dan Muslim no. 797 -
12Berdasarkan hadits sahih, siapa yang boleh kita iri (ghibthah, iri yang terpuji) menurut sabda Rasulullah, terkait Al-Quran?
- Orang yang diberi Al-Quran lalu ia membacanya siang dan malam Benar
- Orang yang banyak hafal syair Arab
- Orang yang menguasai banyak bahasa
- Orang yang ahli dalam berdebat
Penjelasan: Rasulullah menyebut dua orang yang boleh diirikan dengan iri terpuji, salah satunya adalah orang yang diberi Al-Quran oleh Allah lalu ia membacanya sepanjang malam dan siang. Ini menunjukkan tingginya kedudukan rutin membaca Al-Quran.
رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ
Seseorang yang Allah berikan Al-Quran kepadanya, lalu ia membacanya sepanjang malam dan sepanjang siang.
Sumber: HR Muslim no. 815
Kuasai topik ini bersama pengajar
Konsultasi gratis tanpa syarat. Pengajar dicarikan sesuai kebutuhan Anda.