Latihan Soal Nahwu Dasar
Uji pemahaman Anda tentang nahwu dasar lewat 12 soal terverifikasi, tiap soal disertai penjelasan yang jelas dan dalil yang sahih.
12 soal terverifikasi
Dalam ilmu nahwu, kata (kalimah) dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga jenis. Ketiga jenis itu adalah?
Bank Soal Nahwu Dasar dan Pembahasan
Tinjau seluruh soal beserta jawaban benar, penjelasan, dan dalilnya. Semua materi ditinjau ketepatannya sebagai rujukan belajar.
-
1Dalam ilmu nahwu, kata (kalimah) dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga jenis. Ketiga jenis itu adalah?
- Isim, fi'il, dan harf Benar
- Isim, mubtada, dan khabar
- Fi'il, fa'il, dan maf'ul
- Marfu', manshub, dan majrur
Penjelasan: Para ulama nahwu membagi kalimah (kata) menjadi tiga: isim (kata benda), fi'il (kata kerja), dan harf (kata tugas/partikel). Pilihan lain bercampur dengan istilah jabatan kalimat (mubtada, khabar, fa'il) atau istilah i'rab (marfu', manshub), yang keduanya berbeda dari pembagian jenis kata.
-
2Kata (كِتَابٌ) yang berarti "sebuah buku" termasuk jenis kata apa dalam bahasa Arab?
- Harf (kata tugas)
- Fi'il (kata kerja)
- Isim (kata benda) Benar
- Dhamir munfashil
Penjelasan: Kata (كِتَابٌ) menunjuk pada suatu benda (buku) tanpa terikat waktu, sehingga ia adalah isim (kata benda). Salah satu tanda isim adalah dapat menerima tanwin, seperti pada (كِتَابٌ). Fi'il menunjuk perbuatan yang terikat waktu, dan harf tidak memiliki makna sendiri tanpa kata lain.
-
3Manakah dari kata berikut yang termasuk fi'il (kata kerja)?
- بَيْتٌ (rumah)
- كَتَبَ (telah menulis) Benar
- فِي (di dalam)
- هُوَ (dia)
Penjelasan: Kata (كَتَبَ) berarti "telah menulis", menunjukkan perbuatan yang terjadi pada waktu lampau, sehingga ia adalah fi'il madhi (kata kerja lampau). Adapun (بَيْتٌ) dan (هُوَ) adalah isim, sedangkan (فِي) adalah harf jar.
-
4Fi'il (kata kerja) dalam bahasa Arab dibagi berdasarkan waktunya menjadi tiga macam. Ketiga macam itu adalah?
- Madhi, mudhari', dan amr Benar
- Madhi, mudhari', dan nahi
- Lazim, muta'addi, dan amr
- Mabni, mu'rab, dan majhul
Penjelasan: Berdasarkan waktu, fi'il terbagi tiga: fi'il madhi (lampau, seperti كَتَبَ), fi'il mudhari' (sedang/akan, seperti يَكْتُبُ), dan fi'il amr (perintah, seperti اُكْتُبْ). Istilah lazim/muta'addi adalah pembagian transitif, sedangkan mabni/mu'rab adalah pembagian dari sisi perubahan akhir kata.
-
5Salah satu tanda yang membedakan isim dari fi'il dan harf adalah kemampuannya menerima tanda tertentu. Manakah tanda berikut yang khusus dimiliki isim?
- Diawali huruf (سَـ) untuk menyatakan masa depan
- Menerima tanwin (seperti رَجُلٌ) Benar
- Diawali (قَدْ) untuk menegaskan
- Diawali (لَمْ) untuk menafikan
Penjelasan: Tanwin (bunyi -n di akhir, seperti رَجُلٌ) adalah salah satu tanda khusus isim, sehingga tidak akan masuk pada fi'il maupun harf. Adapun (سَـ), (قَدْ), dan (لَمْ) adalah tanda atau partikel yang berkaitan dengan fi'il, sehingga berbeda dari tanda isim.
-
6I'rab adalah perubahan harakat akhir kata karena perbedaan kedudukannya dalam kalimat. Berapa keadaan i'rab utama dalam bahasa Arab?
- Dua keadaan: marfu' dan majrur
- Tiga keadaan: marfu', manshub, dan majrur
- Empat keadaan: rafa', nashab, jar/khafadh, dan jazm Benar
- Lima keadaan termasuk taukid
Penjelasan: I'rab memiliki empat keadaan: rafa' (tanda asal dhammah), nashab (tanda asal fathah), jar/khafadh (tanda asal kasrah, khusus isim), dan jazm (tanda asal sukun, khusus fi'il mudhari'). Karena itu jawaban yang menyebut empat keadaan inilah yang lengkap dan benar.
-
7Pada kalimat (ذَهَبَ مُحَمَّدٌ) yang berarti "Muhammad telah pergi", kata (مُحَمَّدٌ) berkedudukan sebagai fa'il (pelaku). Apa keadaan i'rab dan tanda akhir kata (مُحَمَّدٌ)?
- Manshub dengan tanda fathah
- Marfu' dengan tanda dhammah Benar
- Majrur dengan tanda kasrah
- Majzum dengan tanda sukun
Penjelasan: Fa'il (pelaku perbuatan) selalu marfu', dan tanda asal rafa' pada isim mufrad adalah dhammah. Karena itu (مُحَمَّدٌ) dibaca marfu' dengan dhammah. Tanda inilah yang tampak pada akhir kata (مُحَمَّدٌ) berupa dhammatain (tanwin dhammah).
-
8Sebuah isim yang didahului oleh harf jar (huruf seperti مِنْ, فِي, عَلَى) akan berada dalam keadaan i'rab apa?
- Marfu' (rafa')
- Manshub (nashab)
- Majrur (jar) Benar
- Majzum (jazm)
Penjelasan: Isim yang jatuh setelah harf jar selalu majrur (jar), dengan tanda asal kasrah pada isim mufrad. Contohnya (فِي الْبَيْتِ) yang berarti "di dalam rumah", kata (الْبَيْتِ) majrur dengan kasrah. Keadaan jazm hanya dimiliki fi'il.
-
9Pada kalimat (إِنَّ اللهَ غَفُورٌ) yang berarti "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun", harf (إِنَّ) memengaruhi isim sesudahnya. Apa keadaan i'rab lafal (اللهَ) setelah (إِنَّ)?
- Marfu' karena menjadi mubtada
- Manshub karena menjadi isim (إِنَّ) Benar
- Majrur karena didahului harf
- Majzum karena dijazmkan (إِنَّ)
Penjelasan: Huruf (إِنَّ) termasuk kelompok yang menashabkan isim dan merafa'kan khabar. Maka isimnya, yaitu lafal (اللهَ), menjadi manshub dengan tanda fathah, sedangkan khabarnya (غَفُورٌ) tetap marfu'. Inilah sebabnya (اللهَ) dibaca dengan fathah pada huruf akhirnya.
-
10Fi'il mudhari' (يَفْعَلُ) menjadi majzum (dijazmkan) jika didahului oleh huruf jazm tertentu. Manakah huruf berikut yang menjazmkan fi'il mudhari'?
- لَنْ (huruf nashab)
- لَمْ (huruf jazm) Benar
- أَنْ (huruf nashab)
- سَوْفَ (huruf tanfis)
Penjelasan: Huruf (لَمْ) adalah huruf jazm yang menafikan fi'il mudhari' dan mengubah maknanya ke lampau, seperti (لَمْ يَكْتُبْ) yang berarti "dia belum/tidak menulis". Adapun (لَنْ) dan (أَنْ) adalah huruf nashab, dan (سَوْفَ) hanya menunjukkan masa depan tanpa mengubah i'rab.
-
11Sebagian kata bersifat mabni (tetap, tidak berubah harakat akhirnya), dan sebagian mu'rab (berubah sesuai kedudukan). Manakah kelompok yang seluruhnya mabni?
- Isim mufrad seperti (رَجُلٌ)
- Fi'il mudhari' seperti (يَكْتُبُ)
- Huruf, fi'il madhi, dan fi'il amr Benar
- Isim yang didahului harf jar
Penjelasan: Seluruh huruf bersifat mabni, demikian pula fi'il madhi dan fi'il amr (asalnya mabni). Adapun fi'il mudhari' pada umumnya mu'rab, dan isim mufrad seperti (رَجُلٌ) juga mu'rab karena harakat akhirnya berubah sesuai kedudukan i'rab.
-
12Pada kalimat (رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ) yang berarti "Saya melihat dua siswa itu", kata (الطَّالِبَيْنِ) berbentuk mutsanna (dua) dan berkedudukan sebagai maf'ul bih (objek). Apa tanda nashab pada isim mutsanna?
- Fathah
- Ya' (huruf ya) Benar
- Alif
- Kasrah
Penjelasan: Pada isim mutsanna (bentuk dua), tanda rafa' adalah alif, sedangkan tanda nashab dan jar adalah ya'. Karena (الطَّالِبَيْنِ) adalah maf'ul bih yang manshub, tandanya adalah ya', sehingga dibaca (الطَّالِبَيْنِ). Fathah dan kasrah adalah tanda asal pada isim mufrad, sedangkan isim mutsanna memakai ya'.
Kuasai topik ini bersama pengajar
Konsultasi gratis tanpa syarat. Pengajar dicarikan sesuai kebutuhan Anda.