Pendidikan Islam untuk segala usia, online dan tatap muka
Mengaji dan Tahsin

Hukum Qalqalah dan Cara Membacanya: Panduan Lengkap

  • Disusun dan ditinjau Tim Kurikulum Arabi
  • Terbit 30 Maret 2026
  • Diperbarui 26 April 2026
  • Baca 11 menit

Berpijak pada jaringan 5.000+ pengajar Quran dan bahasa Arab, lulusan kampus pilihan, terlatih Metode Arabi.

Hukum qalqalah adalah aturan memantulkan bunyi pada lima huruf yang berharakat sukun, yaitu qaf, tha, ba, jim, dan dal yang terkumpul dalam lafal qutub jadin. Saat salah satu huruf ini mati di tengah atau di akhir bacaan, suaranya memantul ringan tanpa menambah harakat baru sehingga makhrajnya terdengar jelas dan bersih bagi pendengar.

Ilustrasi geometris Islam untuk panduan: Hukum Qalqalah dan Cara Membacanya: Panduan Lengkap

Pengertian Hukum Qalqalah dan Mengapa Penting

Qalqalah secara bahasa berarti goncangan atau getaran. Secara istilah tajwid, qalqalah adalah getaran suara pada makhraj huruf tertentu ketika huruf itu berharakat sukun, baik sukun asli maupun sukun karena waqaf, sehingga terdengar pantulan bunyi yang ringan dan tegas. Huruf qalqalah berjumlah lima dan terkumpul dalam ungkapan qutub jadin, yaitu qaf, tha, ba, jim, dan dal. Hukum qalqalah masuk dalam pembahasan sifat huruf, yaitu watak suara yang melekat pada huruf saat keluar dari tempatnya.

Penguasaan qalqalah penting karena kelima huruf ini termasuk huruf yang kuat tertahan pada makhrajnya. Tanpa pantulan, huruf mati seperti dal pada akhir lafal ahad akan terdengar tertelan atau berubah menjadi huruf lain. Dengan qalqalah yang benar, makhraj huruf terjaga, kata terbaca utuh, dan keindahan tilawah Al-Quran terpelihara sebagaimana diajarkan para ahli qiraat.

Memahami hukum qalqalah membantu Anda menjaga keutuhan tiap huruf dalam bacaan. Huruf yang bersukun berisiko hilang karena tidak diiringi vokal yang menahannya. Khusus pada lima huruf qalqalah, watak syiddah dan jahr menahan suara sejenak lalu melepasnya, sehingga pantulan menjadi penanda bahwa huruf itu utuh terbaca. Inilah alasan para ulama tajwid memberi perhatian khusus pada hukum qalqalah di kitab-kitab mereka, agar pembaca tidak menggugurkan huruf yang seharusnya jelas terdengar.

Lima Huruf Qalqalah dan Sebab Pantulannya

Lima huruf qalqalah adalah qaf, tha, ba, jim, dan dal. Para ulama tajwid menghimpunnya dalam lafal qutub jadin agar mudah dihafal. Setiap huruf ini memiliki sifat syiddah, yaitu suara tertahan kuat pada makhraj, sebagian disertai sifat jahr, yaitu nafas tertahan. Perpaduan dua sifat ini membuat suara terhenti penuh pada makhraj, lalu ketika dilepaskan menimbulkan pantulan alami.

Mengenali makhraj tiap huruf qalqalah membantu Anda memantulkannya dengan tepat. Huruf qaf keluar dari pangkal lidah yang menempel ke langit-langit lunak. Huruf jim, syin, dan ya berbagi makhraj tengah lidah, dan jim memantul saat sukun. Huruf tha dan dal keluar dari ujung lidah yang menempel ke pangkal gigi seri atas. Huruf ba keluar dari dua bibir yang merapat. Dengan mengenali tempat-tempat ini, Anda dapat menutup dan membuka makhraj secara tepat sehingga pantulannya bersih.

Pantulan terjadi hanya saat huruf qalqalah dalam keadaan sukun. Bila huruf qalqalah berharakat fathah, kasrah, atau dhammah, ia dibaca biasa tanpa pantulan. Contoh huruf qalqalah berharakat adalah qaf pada lafal qul yang berharakat dhammah di awal, sedangkan qalqalah muncul pada qaf sukun seperti pada lafal yakhluq saat diwaqafkan. Memahami syarat sukun ini menjaga Anda dari memantulkan huruf qalqalah yang sebenarnya berharakat hidup.

Susunan lafal qutub jadin memiliki hikmah praktis dalam menghafal. Suku kata qu mewakili qaf, tu mewakili tha, bu mewakili ba, ja mewakili jim, dan din mewakili dal, sehingga lima huruf terangkum dalam dua kata yang ringan diucap. Sebagian guru juga memakai lafal lain seperti baju qadin atau jadduhu thaqu untuk menghimpun huruf yang sama. Apa pun lafal yang Anda pilih, isinya tetap lima huruf yang sama, dan tujuannya satu, yaitu agar Anda hafal huruf qalqalah sebelum menerapkan hukumnya pada bacaan.

Qalqalah Sughra: Pantulan Ringan di Tengah Kata

Qalqalah sughra atau qalqalah kecil terjadi ketika huruf qalqalah berharakat sukun asli dan berada di tengah kata atau di tengah bacaan, di luar tempat waqaf. Pantulannya ringan dan tidak ditekan kuat karena bacaan terus berlanjut ke huruf berikutnya. Sukun di sini adalah sukun bawaan yang melekat pada kata. Hukum qalqalah sughra tetap terdengar walau tipis, supaya huruf mati tidak hilang dari pendengaran.

Contoh qalqalah sughra terdapat pada huruf ba sukun dalam lafal yabghuna pada Surah Ali Imran ayat 83, dan huruf tha sukun dalam lafal fitrat pada Surah Ar-Rum ayat 30. Huruf dal sukun dalam lafal qad aflaha pada Surah Asy-Syams ayat 9 juga termasuk latihan yang baik untuk qalqalah sughra di tengah bacaan. Pantulan dibaca cukup tipis agar tidak memutus aliran bacaan, sambil tetap terdengar agar makhraj huruf tidak hilang.

Untuk melatih qalqalah sughra, ucapkan kata yang berisi huruf qalqalah di tengah secara perlahan, lalu rasakan getar singkat saat huruf mati dilewati. Jaga agar getar itu tidak menahan bacaan terlalu lama. Bila pantulan terlalu kuat, kata akan terdengar seperti memiliki harakat tambahan, padahal qalqalah sughra hanya menyentuhkan getar tipis sebelum melanjutkan ke huruf berikutnya.

Hukum qalqalah sughra paling sering Anda temui justru karena banyak kata Al-Quran memuat huruf qalqalah sukun di tengahnya. Perhatikan huruf jim sukun pada lafal yajʿaluna, huruf ba sukun pada lafal sabʿan, dan huruf qaf sukun pada lafal yaqtulun. Pada semua kata ini bacaan terus berjalan ke huruf sesudahnya, sehingga pantulan dibuat tipis dan cepat. Kunci membedakannya dari qalqalah kubra adalah posisi, yaitu sughra di tengah saat bacaan bersambung, kubra di akhir saat bacaan berhenti.

أَفَغَيْرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبْغُونَ

Afaghaira diinillaahi yabghuun

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah
QS Ali Imran: 83

Qalqalah Kubra: Pantulan Kuat di Akhir Bacaan

Qalqalah kubra atau qalqalah besar terjadi ketika huruf qalqalah berada di akhir kata dan dimatikan karena waqaf, yaitu berhenti pada akhir ayat atau akhir bacaan. Sukun di sini muncul akibat penghentian suara, di luar sukun asli. Karena posisinya pada akhir bacaan, pantulannya lebih tegas dan jelas dibanding qalqalah sughra.

Hukum qalqalah kubra menjaga akhir ayat terdengar penuh dan berwibawa. Saat Anda berhenti pada huruf qalqalah, makhraj ditahan sejenak lalu dilepas dengan getar yang lebih terasa daripada di tengah kata. Karena bacaan berhenti di situ, pendengar dapat menangkap pantulan dengan jelas, sehingga huruf akhir tidak hilang. Inilah keadaan qalqalah yang paling sering Anda temui dalam shalat ketika berhenti di akhir ayat.

Contoh qalqalah kubra terdapat pada huruf qaf di akhir lafal al-falaq pada Surah Al-Falaq ayat 1, dan huruf ba di akhir lafal kasab pada Surah Al-Masad ayat 2. Bila huruf akhir qalqalah bertasydid seperti pada lafal wa tabb di akhir Surah Al-Masad ayat 1, sebagian ulama menjadikan pantulannya lebih kuat lagi, yang disebut qalqalah akbar oleh sebagian ahli. Pada lafal wa tabb, huruf ba bertasydid ditekan lalu dilepas saat waqaf, sehingga pantulan terdengar paling tegas.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ

Qul a'uudzu birabbil falaq

Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh
QS Al-Falaq: 1

Tingkatan Qalqalah Menurut Para Ahli

Para ahli tajwid membagi kekuatan qalqalah menjadi beberapa tingkatan menurut posisi huruf. Tingkatan paling kuat adalah huruf qalqalah yang bertasydid pada waqaf, lalu huruf qalqalah sukun pada waqaf tanpa tasydid, dan tingkatan paling ringan adalah huruf qalqalah sukun di tengah kata. Pembagian ini membantu pembaca mengatur kadar pantulan sesuai posisi.

Istilah yang umum dipakai adalah qalqalah sughra untuk pantulan ringan di tengah dan qalqalah kubra untuk pantulan kuat di akhir. Sebagian guru menambah istilah qalqalah akbar untuk huruf bertasydid pada waqaf. Perbedaan istilah ini bersifat penamaan, sedangkan praktiknya sama, yaitu mengatur kuat lemahnya pantulan menurut tempat huruf.

Pemahaman tingkatan ini berguna dalam praktik harian. Saat membaca cepat dalam shalat, qalqalah sughra di tengah kata cukup disentuh ringan agar bacaan tetap mengalir. Saat berhenti di akhir ayat, qalqalah kubra diberi pantulan yang jelas agar penutup ayat terdengar utuh. Dengan menakar kadar pantulan menurut tingkatannya, bacaan Anda terdengar seimbang, tertib, dan enak didengar pada setiap keadaan.

Tingkatan ini juga menjelaskan mengapa satu huruf yang sama dibaca berbeda di dua tempat. Huruf dal pada lafal qad di tengah bacaan dibaca dengan getar tipis, sedangkan huruf dal pada lafal ahad di akhir surah dibaca dengan getar tegas saat waqaf. Huruf yang sama, hukum qalqalah yang sama, namun kadar pantulannya menyesuaikan posisi. Inilah sebabnya guru mengajarkan tingkatan lebih dulu, supaya Anda membaca setiap qalqalah secara proporsional menurut tempat dan keadaan huruf.

Cara Memantulkan Bunyi Qalqalah dengan Benar

Pantulan qalqalah dihasilkan dengan menahan suara penuh pada makhraj huruf, lalu melepaskannya secara tiba-tiba sehingga timbul getaran ke arah suara aslinya. Pantulan ini condong ke bunyi yang netral, tidak miring ke fathah, kasrah, maupun dhammah. Inilah sebabnya pantulan dal pada lafal ahad dijaga agar tidak terdengar seperti ada-a atau ada-i.

Kadar pantulan dijaga sedang. Pantulan yang terlalu lemah membuat huruf mati terdengar tertelan, sedangkan pantulan yang terlalu kuat membuat seolah lahir harakat baru. Latih dengan mengucap huruf mati secara terpisah lebih dulu, seperti aq, ath, ab, aj, ad, sampai telinga terbiasa membedakan pantulan yang bersih dari huruf yang dipaksakan.

Cara praktis menerapkan hukum qalqalah adalah membayangkan dua gerakan, yaitu menutup makhraj dan membukanya. Saat menutup, suara berhenti penuh tanpa bocor. Saat membuka, suara terlepas singkat dan menghasilkan getar. Jaga pantulan tetap pendek dan kering, tanpa dengung dan tanpa pemanjangan, karena qalqalah cukup berupa getaran singkat. Dengan latihan teratur, gerakan ini menjadi alami dan Anda dapat memantulkan setiap huruf qalqalah tanpa berpikir panjang.

Sebagai alat ukur sederhana, gunakan tangan untuk merasakan pantulan saat berlatih hukum qalqalah. Letakkan jari di bawah dagu ketika mengucap huruf qalqalah sukun, lalu rasakan hentakan singkat saat suara dilepas. Hentakan yang terasa sekali dan langsung berhenti menandakan pantulan yang benar. Bila terasa bergetar panjang atau berulang, kemungkinan Anda memanjangkan atau menambah harakat. Latihan dengan sentuhan seperti ini membantu pemula menakar kadar pantulan sebelum bacaannya didengar dan dikoreksi guru.

Penerapan Qalqalah pada Ayat-Ayat Pendek

Surah-surah pendek di juz amma kaya akan huruf qalqalah sehingga cocok untuk latihan. Pada Surah Al-Ikhlas, qalqalah kubra muncul pada huruf dal di akhir lafal ahad pada ayat pertama dan ayat keempat. Pada Surah Al-Lahab, qalqalah kubra muncul pada huruf ba di akhir lafal kasab pada ayat kedua dan lafal lahab pada ayat ketiga.

Pada Surah Al-Falaq, qalqalah kubra terdengar pada huruf qaf di akhir lafal al-falaq dan al-ghasiq. Pada Surah Al-Ikhlas ayat ketiga, qalqalah kubra muncul pada huruf dal di akhir lafal yulad saat diwaqafkan. Membaca surah-surah ini perlahan membantu telinga mengenali kapan pantulan ringan dipakai dan kapan pantulan kuat dipakai.

Latihan hukum qalqalah pada surah pendek juga memperkuat hafalan sekaligus memperbaiki bacaan. Saat menghafal Al-Quran, anak dan santri terbantu karena pantulan huruf qalqalah menjadi penanda akhir kata yang mudah diingat. Bimbingan ustadz atau ustadzah memastikan pantulan tepat sejak awal, sehingga kebiasaan baik ini melekat dan terbawa pada bacaan ayat yang lebih panjang.

Sebagai latihan bertahap, mulailah dari surah yang hampir setiap ayatnya berakhir dengan huruf qalqalah. Surah Al-Ikhlas menutup ayat dengan dal pada ahad dan yulad, sehingga Anda dapat melatih qalqalah kubra berulang dalam satu surah pendek. Setelah lancar, lanjut ke Surah Al-Lahab yang menutup ayat dengan ba pada lafal masad, lahab, dan kasab. Dengan menaiki tangga dari surah yang paling padat qalqalahnya, telinga dan lidah Anda terlatih mengenali pantulan kuat di akhir ayat sebelum berpindah ke ayat yang lebih panjang dan beragam hukum bacaannya.

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

Qul huwallaahu ahad

Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa
QS Al-Ikhlas: 1

Perbedaan Qalqalah dengan Huruf Mati Lain

Tidak semua huruf mati dibaca memantul. Huruf yang termasuk sifat rakhawah, yaitu huruf yang suaranya mengalir seperti sin, syin, dan fa, dibaca dengan suara lirih yang mengalir saat sukun, tanpa pantulan. Huruf qalqalah memantul karena memiliki sifat syiddah yang menahan suara penuh pada makhraj, sehingga ketika dilepas timbul getar. Memahami beda ini menjaga Anda dari memantulkan huruf yang seharusnya mengalir.

Hukum qalqalah juga perlu dibedakan dari hukum bacaan lain yang melibatkan dengung. Idgham bighunnah dan ikhfa menghasilkan dengung pada makhraj hidung, sedangkan qalqalah menghasilkan getar pendek pada makhraj huruf tanpa dengung. Saat huruf qalqalah bertemu hukum lain, Anda mendahulukan keadaan huruf itu. Bila huruf qalqalah berharakat hidup, hukum dengung atau bacaan lain berjalan biasa, dan pantulan qalqalah hanya berlaku ketika huruf qalqalah bersukun.

Membandingkan qalqalah dengan huruf lain melatih telinga Anda mengenali watak tiap huruf. Cobalah membaca huruf sin sukun lalu huruf dal sukun secara bergantian, dan rasakan bedanya. Suara sin mengalir lirih, sedangkan suara dal berhenti penuh lalu memantul. Dengan membandingkan langsung seperti ini, Anda lebih mudah menerapkan hukum qalqalah pada tempatnya dan tidak keliru memantulkan huruf yang seharusnya dibaca mengalir.

Ada pula huruf yang berada di antara mengalir penuh dan tertahan penuh, yaitu huruf bersifat tawassuth seperti lam, nun, ʿain, mim, dan ra. Huruf ini saat sukun dibaca dengan suara sedang, tidak mengalir bebas dan tidak memantul. Pemisahan tiga keadaan ini, yaitu mengalir untuk rakhawah, sedang untuk tawassuth, dan memantul untuk syiddah qalqalah, menolong Anda memetakan setiap huruf mati ke perlakuan yang benar. Hukum qalqalah hanya berlaku pada lima huruf qutub jadin, jadi huruf di luar lima itu tidak dipantulkan walau bersukun.

Kesalahan Umum dalam Membaca Qalqalah

Kesalahan pertama adalah menambah harakat saat memantulkan, sehingga lafal ahad terbaca ahada atau ahadi. Pantulan qalqalah dijaga netral tanpa condong ke vokal mana pun. Kesalahan kedua adalah meniadakan pantulan sama sekali, sehingga huruf mati terdengar tertelan dan makhraj hilang, misalnya dal pada lafal ahad menjadi tidak jelas.

Kesalahan ketiga adalah menyamakan kadar pantulan antara qalqalah sughra dan kubra, padahal yang di tengah lebih ringan dan yang di akhir lebih tegas. Kesalahan keempat adalah memantulkan huruf qalqalah yang berharakat, padahal pantulan hanya berlaku pada huruf sukun. Kesalahan kelima adalah memanjangkan pantulan sampai menyerupai mad, padahal qalqalah hanyalah getaran singkat.

Kesalahan keenam adalah menambah dengung pada pantulan, sehingga qalqalah tercampur dengan bunyi hidung yang tidak pada tempatnya. Pantulan qalqalah cukup berupa getar kering pada makhraj huruf. Kesalahan ketujuh adalah tergesa sehingga pantulan pada qalqalah kubra terlewat saat waqaf, membuat akhir ayat terdengar terpotong. Memperhatikan tujuh hal ini saat berlatih membantu Anda membaca hukum qalqalah dengan bersih dan konsisten pada setiap ayat.

Glosarium Istilah Penting Qalqalah

Qalqalah berarti pantulan atau getaran suara pada huruf sukun. Qutub jadin adalah lafal kumpulan lima huruf qalqalah, yaitu qaf, tha, ba, jim, dan dal. Sukun adalah tanda mati pada huruf, terbagi menjadi sukun asli yang melekat pada kata dan sukun aridh yang muncul karena waqaf. Waqaf adalah berhenti pada akhir bacaan.

Syiddah adalah sifat suara yang tertahan kuat pada makhraj. Jahr adalah sifat tertahannya nafas saat huruf diucapkan. Makhraj adalah tempat keluarnya huruf. Sughra berarti kecil untuk pantulan ringan di tengah, kubra berarti besar untuk pantulan kuat di akhir, dan sebagian ahli memakai akbar untuk huruf qalqalah bertasydid pada waqaf.

Beberapa istilah pendukung juga baik Anda kenali agar pembahasan hukum qalqalah utuh. Tasydid adalah tanda penggandaan huruf yang menjadikan satu huruf seakan dibaca dua kali, dan pengaruhnya menguatkan pantulan saat waqaf. Tilawah adalah membaca Al-Quran dengan tartil sesuai aturan tajwid. Sifat huruf adalah watak suara yang melekat pada huruf, dan qalqalah termasuk salah satu sifat yang menjadikan lima huruf qutub jadin memantul. Dengan mengenali istilah ini, Anda lebih mudah membaca kitab tajwid dan memahami keterangan guru tentang hukum qalqalah.

Langkah demi langkah

  1. Hafalkan lima huruf qalqalah

    Hafalkan qaf, tha, ba, jim, dan dal melalui lafal qutub jadin sampai melekat di ingatan, supaya Anda cepat mengenalinya saat menemui huruf-huruf ini dalam keadaan sukun ketika membaca Al-Quran.

    Ucap qutub jadin berulang sambil menunjuk tiap huruf di mushaf.

  2. Kenali tanda sukun pada huruf

    Perhatikan tanda sukun bulat di atas huruf atau huruf di akhir bacaan yang akan diwaqafkan. Pantulan qalqalah hanya berlaku pada huruf qalqalah yang mati, jadi pastikan dulu huruf itu sukun sebelum memantulkannya.

    Huruf qalqalah berharakat hidup dibaca biasa tanpa pantulan.

  3. Tahan suara pada makhraj

    Saat menemui huruf qalqalah sukun, tahan suara penuh pada tempat keluarnya huruf hingga terhenti sejenak. Penahanan inilah yang menyiapkan getaran ketika suara dilepaskan, sehingga pantulan terdengar bersih dan tegas.

    Rasakan tekanan pada makhraj seperti menahan udara sesaat.

  4. Lepaskan suara dengan pantulan netral

    Lepaskan tahanan suara secara tiba-tiba sehingga timbul getaran ke arah netral, tidak miring ke fathah, kasrah, atau dhammah. Pantulan dibuat singkat agar tidak terdengar lahir harakat baru pada huruf mati tersebut.

    Bandingkan ahad yang benar dengan ahada yang keliru agar telinga peka.

  5. Bedakan kadar sughra dan kubra

    Pada huruf qalqalah di tengah kata gunakan pantulan ringan agar bacaan tetap mengalir, dan pada huruf qalqalah di akhir waqaf gunakan pantulan lebih tegas. Atur kuat lemah pantulan menurut posisi huruf.

    Latih sughra pada yabghuna dan kubra pada al-falaq berdampingan.

  6. Latih pada surah pendek juz amma

    Praktikkan qalqalah pada Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan Al-Lahab yang kaya huruf qalqalah. Baca perlahan, ulangi tiap ayat, dan dengarkan pantulan Anda sampai konsisten pada setiap huruf qalqalah.

    Rekam bacaan Anda lalu dengarkan ulang untuk menilai pantulan.

  7. Minta koreksi dari ustadz atau ustadzah

    Bacakan latihan Anda kepada guru tilawah yang berkompeten agar pantulan dikoreksi langsung. Bimbingan lisan membantu memastikan kadar pantulan tepat dan makhraj huruf terjaga sesuai metode Arabi.

    Catat koreksi guru lalu ulangi bagian yang diperbaiki keesokan hari.

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa saja lima huruf qalqalah?
Lima huruf qalqalah adalah qaf, tha, ba, jim, dan dal yang terkumpul dalam lafal qutub jadin. Kelimanya menimbulkan pantulan bunyi ketika berharakat sukun.
Apa beda qalqalah sughra dan qalqalah kubra?
Qalqalah sughra adalah pantulan ringan pada huruf sukun asli di tengah kata, sedangkan qalqalah kubra adalah pantulan kuat pada huruf qalqalah yang dimatikan karena waqaf di akhir bacaan.
Kapan huruf qalqalah dipantulkan?
Huruf qalqalah dipantulkan hanya saat berharakat sukun, baik sukun asli di tengah kata maupun sukun karena waqaf di akhir. Bila berharakat hidup, huruf dibaca biasa tanpa pantulan.
Apakah pantulan qalqalah condong ke huruf hidup tertentu?
Pantulan qalqalah bersifat netral dan tidak condong ke fathah, kasrah, atau dhammah. Bunyi memantul ke arah netral agar tidak terdengar lahir harakat baru pada huruf mati.
Apakah ada qalqalah akbar?
Sebagian ahli tajwid menyebut qalqalah akbar untuk huruf qalqalah bertasydid yang diwaqafkan, seperti pada lafal tabbat. Pantulannya dibaca lebih tegas dibanding qalqalah kubra biasa.
Contoh ayat qalqalah kubra yang mudah?
Contoh mudah adalah huruf dal di akhir lafal ahad pada Surah Al-Ikhlas ayat satu dan huruf qaf di akhir lafal al-falaq pada Surah Al-Falaq ayat satu, keduanya dibaca dengan pantulan kuat saat waqaf.
Bagaimana melatih qalqalah agar tidak berlebihan?
Latih dengan mengucap huruf mati secara terpisah lalu lepaskan suara secara singkat. Jaga pantulan tetap pendek dan netral, hindari memanjangkannya menyerupai mad, dan minta koreksi dari guru tilawah.

Sumber dan rujukan

  • Matn Al-Muqaddimah Al-Jazariyah — Ibnul Jazari
  • Matn Tuhfatul Athfal — Sulaiman Al-Jamzuri
  • Hidayatul Mustafid fi Ahkam At-Tajwid — Muhammad Al-Mahmud
  • Al-Quran Al-Karim — Quran.com
Mulai Hari Ini

Siap Mulai Belajar Bersama Arabi?

Pengajar ahli siap mendampingi Anda, satu per satu, online maupun tatap muka. Konsultasi gratis, tanpa syarat.

Daftar